Representasi Argumen Gerak Ruang Bahasa Melayu Berdasarkan Teori Struktur Konseptual

  • Nurul Jamilah Rosly Universiti Islam Antarabangsa Malaysia
  • Maslida Yusof Universiti Kebangsaan Malaysia

Abstract

Gerak difahami sebagai perubahan dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Oleh itu kajian ini tertumpu pada gerak ruang yang terdiri daripada gerak bersifat arah, gerak bersifat tambah, gerak bersifat menjadi dan gerak bersifat kausatif. Data yang digunakan dalam kajian ini diambil daripada Pangkalan data korpus Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia sebagai bahan dan contoh kajian. Penganalisisan data menggunakan Teori Struktur Konseptual (TSK) oleh Jackendoff (1997 & 2011). Pemetaan argumen ini merangkumi tiga tatatingkat utama, iaitu pemetaan kepada representasi struktur konseptual, pemetaan kepada rajah pohon struktur konseptual dan pemetaan kepada peranan tematik. Hasil dapatan menunjukkan, kehadiran gerak ruang hadir dalam fungsi [Peristiwa] dan [Keadaan] yang membawa rumus asas [[[GERAK [ x [Peristiwa] [Benda] [Hala] [Tempat]]]. Hasil dapatan menunjukkan leksikal balik, berlari, tinggal, terletak, berada, bunuh, paksa, benar dan tolong mempunyai pemetaan representasi argumen yang tersendiri yang melibatkan konstituen seperti [Peristiwa],[Keadaan],[Benda] [Hala][Tempat] [Peristiwa SEBAB], [Peristiwa TIDAK], [Peristiwa BENAR] dan [Peristiwa TOLONG]. Bagi peringkat pemetaan dalam peranan tematik, item yang terlibat ialah peranan kepada Aktor, Tema, Matlamat, Sumber, Agen dan Penerima (-). Sehubungan dengan itu, kajian ini menunjukkan representasi struktur konseptual secara sistematik dan berpada khususnya dalam gerak ruang bahasa Melayu.


Kata kunci: gerak ruang, konstituen, argumen, struktur konseptual dan tematik


 


Abstract


Motion is understood as a change from one location to another. Therefore, this study focuses on spatial motion consisting of directional, extensional, state and causative motion. This study utilizes data from the Pangkalan Data Korpus Dewan Bahasa dan Pustaka database in Malaysia for its study samples. The analysis employs Jackendoff’s (1997 & 2011) Theory of Conceptual Structure for its framework. The mapping of these arguments comprises three main stages, namely mapping to conceptual structure representation, mapping to conceptual tree diagrams and mapping to thematic roles. The results show that spatial motion is present in the [Event] and [States] functions that carry the basic formula [[[MOTION [x [Event] [Object] [Path] [Place]]]. The findings show that the lexical items balik, berlari, tinggal, terletak, berada, bunuh, paksa, benar and tolong have their own representation of arguments involving constituents such as [Event], [States], [Object] [Path] [Place] [Event] REASON], [NO Causative], [TRUE Causative] and [HELP Causative]. For the mapping stage in the thematic role, the item involved is the role of Actor, Theme, Goal, Source, Agent and Beneficiary (-). Accordingly, this study shows an adequate systematic representation of the conceptual structure, particularly in the spatial motion domain in the Malay language.


Keywords: spatial motion, constituents, argument, conceptual structure and thematic

Published
2020-12-04
How to Cite
ROSLY, Nurul Jamilah; YUSOF, Maslida. Representasi Argumen Gerak Ruang Bahasa Melayu Berdasarkan Teori Struktur Konseptual. Jurnal Bahasa, [S.l.], v. 20, n. 2, p. 347-381, dec. 2020. ISSN 2462-1889. Available at: <http://jurnal.dbp.my/index.php/jurnalbahasa/article/view/7947>. Date accessed: 28 jan. 2021.