Penguasaan bahasa dan kreativiti wacana sastera: fenomena Membunuh Orang Gila Sapardi Djoko Damono
Abstract
Dengan Membunuh Orang Gila, Sapardi muncul sebagai pengarang cerpen, padahal sebelumnya dia hanya menulis puisi. Pengucapan bahasa antologi ini berbeza dari yang menandai cerpen dalam Pengarang Telah Mati, antologi cerpennya yang lebih dulu. Cerpennya bukan "prosa yang puisi" yang memanfaatkan bentuk puisi. Ia memanfaatkan mekanisme pengucapan bahasa puisinya, pengucapan bahasa tanpa pemborosan dan staccato, yang penuh lompatan tanpa kata yang menandai hubungan antara dua unit pengucapan bahasa. Ini dimungkinkan oleh pengalaman puisi dan penguasaan bahasa Sapar di dan oleh pengalamannya bergerak dalam dunia ilmu sastera dan bahasa. Kerana itu dia juga mampu menggunakan kata dan ungkapan yang selama ini dianggap telah mengklise namun di tangannya berubah menjadi sesuatu yang segar dan menyegarkan.
References
2. Cresswell, Julia, 2000. The Penguin Dictionary of Cliches. London: Penguin.
3. Nasrul Siddik, 1966. Saputangan sirah baragi. Padang: Genta.
4. Nurdin Jacub, Dt.B., 1963. Puti Marintan Aluih. Bukittinggi: lndah.
5. Gus tf Sakai. 1999. Kemilau vahaya dan perempuan buta. Jakarta: Gramedia.
6. Harry Hoijer (ed.), 1954. Language in Culture, Conference on the Interrelations of Language and Other Aspects of Culture. Chicago, Univ. of Chicago Press (cetakan kelima 1963).
7. Idrus, 1953. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Jakarta: Balai Pustaka.
8. Olsson, Gunnar, 1991. Lines of Power/Limits of Language. Minneapolis, Univ. of Minnesota Press.
9. Pamusuk Eneste (ed.), 200 l. Buku pintar sastra Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.
10. Perkins, David, (ed.), 1991. Theoretical Issues in Liteerary History. Cambridge: Harvard Univ. Press.
11. Putu Wijaya, 1978. Born, Jakarta: Teater Mandiri.
12. Quinn, George, 1992. The novel in Javanese, aspects of its social and literary character. Leiden: KITLV Press.
13. Robbe-Grillet, Alain, 1965. Fora New Novel, Essays on Fiction. New York: Grove Press.
14. Sapardi Djoko Damono, 1998. Arloji. Jakarta: Yayasan Puisi.
15. Sapardi Djoko Damono, 2000. Ayat-ayat api, kumpulan sajak. Jakarta: Firdaus.
16. Sapardi Djoko Damono, 2001. Pengarang telah mati, segenggam cerita. Magelang: Indonesiatera.
17. Sapardi Djoko Damono, 2002. Ada berita apa hari ini, Den Sastro?, Magelang: Indonesiatera.
18. Sapardi Djoko Damono, 2003. Membunuh orang gila, kumpulan cerpen. Jakarta: Penerbit buku Kompas.
19. Seno Gumira Ajidarma, 2002. Sepotong senja untuk pacarku, sebuah komposisi dalam 13 bagian. Jakarta: Gramedia.
20. Sugiarta Sriwibawa, 2002. Candhikala kapuranta. Jakarta: Pustaka Jaya.
21. Suripan Sadi Hutomo, 1985. Guritan, antologi puisi Jawa modern ( 1940-1980), Jakarta, BP., 1988. Kalung Barleyan, antologi puisi Jawa modern penyair wanita. Surabaya: IKIP.
22. Taufik Ikram Jamil, 1999. Sebuah roman, Hempasan Gelombang. Jakarta: Grasindo.
23. Umar Junus, 1989. Fiksyen dan sejarah, suatu dialog. Kuala Lumpur: DBP (2003). "Kaba dan dialog antara (keter)ikatan kepada tradisi dan (keter)tarikan (kepada) derak Moden", Seminar Antarabangsa Kesusasteraan Asia Tenggara ke-3, Kuala Lumpur, 22-25 September.
Upon acceptance of an article, Authors will be asked to transfer copyright. This transfer will ensure the widest possible dissemination of information. A notification will be sent to the corresponding Author confirming receipt of the manuscript. If excerpts from other copyrighted works are included, the Author(s) must obtain written permission from the copyright owners and credit the source(s) in the article.





